Baru saja saya selesai melihat acara di Metro Metro TV, “Save our Nation”, dialog tentang munculnya generasi muda yang kemungkinan besar memenangkan pemilu di Jabar. Menghadirkan Dede Yusuf (Calon Wakil Gubernur Jabar) , Saiful Munjani (Pengamat Politik) dan Gubernur Sulsel yang baru dilantik. Gubernur dari sulsel itu di hadirkan karena memang relatif masih muda. Pas dengan tema acara itu.
Secara kesuluruhan dialog berkisar tentang why & how to memenangkan pilgub, dan dilanjutkan dengan bagaimana rencana kedepan setelah jadi gubernur.
Saya begitu terkesan dengan pemaparan Gubernur dari Sulsel, yang menurut saya tampak kecerdasan dilihat dari apa yang di bicarakan. Cara berpikirnya sistematis, sangat terkonsep dan fokus. Sering keluar kata kunci “Matrix” jika berkaitan dengan konsep untuk memetakkan masalah.
Dan yang paling saya salut adalah keluar statement yang selama ini saya pikirkan, yaitu beliau mengatakan bahwa bekerja di pemerintahan, harus tau siapa kita, harus bisa mendefinisikan kita ini siapa ?, beliau lalu menjelaskan bahwa pemerintah adalah pelindung masyarakat, pembela masyarakat dan “rahmat” masyarakat. Kata rahmat ini kembali lagi saya terhenyak, baru kali ini saya mendengar seorang pimpinan menggunakan terminologi itu, ini artinya sifat Tuhan yang Rahman akan di hadirkan dalam menjalankan pemerintahannya agar terwujud “rahmat” kepada masyarakat, semoga saja benar-benar di wujudkan.
pembicaraa yang di sampaikan oleh Gubernur tadi ada kaitan dengan kasus yang baru saja terjadi di desa saya. Dalam waktu 2 bulan berturut turut tetanggaku terkena demam berdarah, sebanyak empat orang. Tetanggaku yang kebetulan bidan, sudah lapor persisnya saya kurang tau, apakah ke puskesmas atau ke dinas kesehatan kecamatan, untuk minta di asap, dan tidak ada tanggapan. Sampai akhirnya sesepuh di desaku bilang mau ajukan proposal biar segera di tanggapi. Saya heran banget waktu itu, kenapa harus proposal…., saya kira kita tidak usah laporpun semestinya pihak terkait sudah tahu, kan ada data, waktu masuk puskesmas, masuk rumah sakit kan mestinya ada data, bahwa di desa x ada penderita DB, mestinya dengan data itu sudah cukup melakukan tindakan. Saya heran juga apa selama ini data itu hanya untuk formalitas data saja, apa gak tau hakekat data itu apa..what for gitu loh..
saya kaitkan dengan pembicaraan Gubernur tadi, sepertinya, maaf , sebagian saudara-saudara kita di pemerintahan belum mendifinisikan “kita ini siapa”, seperti yang diutarakan pak Gubernur muda dari SULSEL tadi.
Ditulis oleh kereayem
Ditulis oleh kereayem
Ditulis oleh kereayem